Jumat, 05 April 2019

MANAJEMEN DAKWAH


WHAT DAKWAH IS A PROBLEM SOLVER ?

“dakwah adalah mengubah cara pandang umat dari suatu situasi ke situasi yang lain yang lebih baik dalam segala segi kehidupan dengan tujuan merealisasikan ajaran islam dalam kehidupan nyata sehari- hari, baik bagi kehidupan pribadi, keluarga, maupun masyarakat, sebagai suatu keseluruhan tata kehidupan bersama”
(Abdul Munir Mulkan)

Era milenial yang lahir di tahun 1995-2000-an yang sudah dimudahkan dengan kecanggihan teknologi, membuat manusia menjadi lebih cepat mendapatkan informasi. Dimana revolusi industri 4.0 membuat banyak tantangan bagi pemuda milenial untuk melakukan kreativitas dan inovasi yang sangat dibutuhkan agar bisa bersaing di zaman sekarang dengan menggabungkan antara hard skill dan soft skill.
Bagaimana dengan dakwah milenial ? para milenial sekarang menjadi taat beribadah atau bahasa viralnya berhijrah hanya melihat video di internet dengan ustadz atau ustadzah yang mereka sukai membuat mereka menjadi alim. padahal Imam Asy Syafi’i ra mengatakan “Orang yang belajar ilmu tanpa sanad guru bagaikan orang yang mengumpulkan kayu bakar digelapnya malam, ia membawa pengikat kayu bakar yang terdapat padanya ular berbisa dan ia tak tahu.” Maraknya video untuk mengajak hijrah tidak salah, tapi yang ditakutkan adalah ketika melihat video tersebut manusia menjadi salah kaprah, maka dibutuhkannya seorang guru untuk membimbing agar tidak mudah untuk menghalal-haramkan segala sesuatu.
Dakwah acapkali hanya dipahami sebagai persoalan ibadah yang pemaknaannya hanya sebatas vertikal pada pola hubungan hamba dengan Tuhan. Sehingga penyebaran dakwah yang terjadi di masyarakat lebih banyak menyoroti persoalan ibadah kepada Allah Swt.
Islam sebagai agama yang rahmatan lil-alamin yang bersifat universal, semestinya mampu menjadi problem solver seperti ketidak-adilan, penindasan, kesewenang-wenangan, dan kemiskinan yang terjadi di tengah- tengah masyarakat sehingga kita tidak kehilangan orientasi horizontalnya dalam menjaga hubungan dengan sesama manusia.
Rasulullah sebagai problem solver mengajak manusia kepada kebaikan dengan cara yang bijaksana, lemah lembut sesuai dengan yang dijelaskan dalam surah an-nahl ayat 125 bahwa untuk menyampaikan sesuatu harus dengan bijaksana dan jika terjadi perdebatan maka berdebatlah dengan cara yang baik. Maka sebagai seorang dai harus pintar melakukan metode komunikasi dakwah yang bersifat persuasif yang bertumpu pada human oriented sehingga konsekuensi logisnya adalah pengakuan terhadap hak- hak yang bersifat demokratis agar fungsi dakwah yang bersifat informatif dapat diterima dengan baik. Seorang dai harus mampu menempatkan sesuatu pada tempatnya agar mampu berbaur dengan masyarakat.
Rancangan dakwah milenial sebagai problem solver harus mampu menjawab tantangan di masyarakat seperti mengintegrasikan wawasan etika, estetika, logika, dan budaya dalam berbagai perencanaan dakwah. Para dai juga harus bisa menjadi pelopor yang propertis, humanis dan transformatif dalam mengemban dakwah yang bersifat progresif dan inklusif.

MANAJEMEN DAKWAH

WHAT DAKWAH IS A PROBLEM SOLVER ? “dakwah adalah mengubah cara pandang umat dari suatu situasi ke situasi yang lain yang lebih baik da...